5 HAL TENTANG OBESITAS YANG HARUS ANDA TAHU SEKARANG JUGA

Halo sobat sehat.. Sobat sehat tau ga si obesitas itu apa?? terus,  seberapa bahaya si obesitas itu buat kita???

Jadi sobat sehat, obesitas merupakan kondisi di mana lemak menumpuk secara tidak normal dan berlebihan di tubuh kita. Obesitas bukan saja mengganggu penampilan fisik, jika tidak segera di tangani secara serius obesitas bisa menyebabkan penyakit-penyakit kronis berdatangan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, jantung dan masih banyak yang lain lohh....


Seseorang bisa didentifikasikan sebagai penderita obesitas ketika indeks massa tubuhnya mencapai angka 30 atau lebih, dan juga bisa dilihat dari ukuran tubuh yang besar karena banyak menyimpan lemak, jadi coba deh kita liat tanda-tanda itu ada di tubuh kita atau engga??

Obesitas juga salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia loh sobat sehat, hal ini masuk akal karena ekonomi dan industri semakin maju, selain itu terdapat perubahan pola perilaku kita sebagai manusia yang semakin buruk untuk kesehatan seperti jarang berolah raga. sobat sehat termasuk yang jarang olahraga bukan??

Untuk itu obesitas merupakan kondisi yang sebisa mungkin harus kita dihindari dan ditangani secara serius agar kita bisa terhindar dari penyakit-penyakit kronis yang disebabkan oleh obesitas.
Nah, di artikel ini kita akan bahas secara lengkap mengenai obesitas secara detail. SELAMAT MEMBACA..

1.PENYEBAB OBESITAS

Seperti yang dibahas di atas bahwa obesitas bisa menjadi sumber dari penyakit-penyakit kronis, lalu apa aja sih, penyebab-penyebab obesitas yang perlu kita ketahui sehingga kita bisa menghindari dan mengurangi resiko kita terkena obesitas???

Nah, berikut penyebab-penyebab obesitas yang akan kita sebutkan satu persatu.

a. JUNK FOOD

Nah penyebab yang pertama dari obesitas adalah junk food, junk food adalah makanan yang kandungan gizinya rendah akan tetapi terdiri dari banyak zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh, contohnya jajanan jajanan di pinggir jalan yang mengandung kandungan gula atau garam yang tinggi.


Junk food biasanya mengandung lemak jenuh yang sangat tidak baik bagi tubuh dan juga merupakan makanan yang didominasi satu zat gizi saja dan tidak berimbang dengan zat gizi yang lain, contohnya ayam goreng yang terdiri dari karbohidrat dan lemak namun sangat minim mineral dan vitamin.

Jika dikonsumsi setiap hari maka tubuh hanya akan penuh oleh karbohidrat dan lemak dan kekurangan mineral dan vitamin sehingga menyebabkan ketidakseimbangan zat yang ada dalam tubuh,hal inilah yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan akhirnya menjadi obesitas.

b. GENETIK ATAU KETURUNAN

Menurut penelitian menyatakan bahwa orang yang memiliki gen FTO (gen yang memiliki peran sebagai sensor nutrisi yang memiliki pengaruh untuk makanan yang bukan dikonsumsi dan juga tingkat kelaparan seseorang) biasanya nya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa kenyang dan banyak mengkonsumsi makanan dengan lemak dan gula tinggi.

Jadi sobat sehat, kalau kita punya garis keturunan yang menderita obesitas kita juga berpeluang buat terkena obesitas lohh... sebaliknya juga jika kita merupakan penderita obesitas maka anak keturunan kita juga berpeluang terkena obesitas.

Namun bukan berarti faktor gen tersebut menjadi faktor utama dari obesitas, jika kita bisa menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat kita juga bisa terhindar dari obesitas kok.....

c. STRESS

Stress juga bisa jadi penyebab obesitas loh sobat sehat, pasalnya saat kita stress biasanya kita terpancing untuk makan sesuatu, terutama makanan yang manis.

Jika saat stress kita tidak bisa mengontrol diri untuk membatasi makanan yang kita konsumsi, maka lambat laun makanan tersebut akan menumpuk kandungan kalori, lemak, dan gula di tubuh, yang pada akhirnya bisa menyebabkan obesitas.

d. MALAS GERAK

Malas gerak juga merupakan penyebab obesitas loh sobat sehat, jika kita jarang bergerak maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terhambat, dan kalori yang terbakar menjadi sedikit

Pada akhirnya kalori tersebut menumpuk di dalam tubuh kita dan menyebabkan obesitas . Serta jika kita malas gerak hormon insulin kita bekerja tidak stabil, dan akan mempengaruhi berat badan.

e. KURANG TIDUR

Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa kurang tidur meningkatkan resiko terkena obesitas sebesar 2 kali lipat, selain itu ketika tidur juga terdapat proses pembakaran kalori, dan jika kurang tidur pembakaran kalori tersebut menjadi tidak maksimal.

Kurang tidur juga mengganggu hormon yang mengatur yang mengatur nafsu makan dan perasaan kenyang. Saat kita untuk kurang tidur maka kita memiliki waktu yang banyak untuk makan dan lebih sedikit untuk berolahraga.

f. OBAT-OBAT TERTENTU

Jadi sobat sehat, terdapat beberapa obat yang memliki efek samping menaikkan berat badan, hal ini dikarenakan obat tersebut mengubah fungsi tubuh dan otak sehingga menyebabkan naiknya nafsu makan.


g. KEHAMILAN

Kehamilan juga bisa menjadi penyebab obesitas loh sobat sehat, pasalnya saat kita hamil memerlukan banyak nutrisi dari makanan, akan tetapi setelah kelahiran ada juga wanita yang tidak bisa menurunkan berat badannya.

Selain itu kurang gerak saat hamil juga menyebabkan menumpuknya kalori dan juga zat-zat lain yang bisa menaikkan berat badan, jadi ketika setelah kehamilan kalori tersebut tetap mengendap di dalam tubuh kita. Nah jadi saat hamil kita juga memerlukan olahraga sobat sehat, namun olahraganya tentu berbeda saat tidak hamil, dan juga kita harus konsultasi dengan dokter dan juga orang yang pakar mengenai hal ini.

h. USIA

Semakin bertambahnya usia, semakin berkurang pula kemampuan tubuh kita dalam melakukan metabolisme dikarenakan berkurangnya jumlah otot, selain itu semakin bertambahnya usia, hormon dan perilaku kita akan berubah pula.

Jika semakin tua usia kita dan gaya hidup kita tidak sehat maka resiko untuk terkena obesitas sangat besar, sehingga sebaiknya sejak usia muda kita sudah membiasakan diri untuk hidup dengan sehat dan juga menjaga pola makan kita dengan sehat, agar kita bisa terhindar dari bahaya obesitas.

i. KONDISI MEDIS TERTENTU

Selain poin-poin tersebut ada juga kondisi medis yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan loh sobat sehat..

a. Sindrom Prader Willi : kondisi ini adalah suatu kondisi seseorang yang dilahirkan dengan kondisi kelaparan yang berlebih. Namun kondisi ini merupakan kondisi yang langka, jika kondisi ini di alami seorang bayi maka bisa meningkatkan peluang naiknya berat badan.

b. Sidrom Polikidtik Ovarium : Merupakan kondisi yang jika terjadi akan menyebabkan hormon reproduksi pada perempuan menjadi tidak seimbang.

c. Sindrom Cushing :  Kondisi yang terjadi ketika tubuh kita memiliki hormon kortisol berlebihan.

d. Hipotiroidisme : Kondisi ini terjadi saat kelenjar tiroid dalam tubuh tidak bisa menghasilkan hormon-hormon penting secara maksimal.

j. BERHENTI MEROKOK

selain penyebab-penyebab diatas berhenti merokok bisa menyebabkan kenaikan resiko obesitas loh sobat sehat, menurut penelitian nikotin yang ada pada rokok bisa menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme dan orang yang berhenti merokok menjadi naik resikonya untuk terkena obesitas dan diabetes.


Namun berhenti merokok tetap merupakan hal yang baik, dikarenakan resiko kematian orang yang tidak merokok lebih kecil daripada orang yang merokok. Selain itu jika berhenti merokok dan di barengi dengan olahraga maka berat badan akan tetap stabil.

2. GEJALA DAN TANDA OBESITAS

Sebetulnya tidak ada tanda-tanda pasti dari obesitas,biasanya penderita obesitas memiliki badan yang gemuk dan besar. namun perlu diketahui bahwa orang yang memiliki badan gemuk dan besar tidak selalu menjadi penderita obesitas akan tetapi penderita obesitas pasti memiliki badan yang gemuk.

Namun adabeberapa cara yang bisa di pakai untuk mengetahui apakah seseorang menderita obesitas atau tidak lohhh..... Berikut caranya :

a. Menghitung Lingkar Pinggang


Jika sobat sehat ingin mengetahui apakah sobat sehat menderita obesitas atau tidak bisa dilakukan metode ini yaitu mengukur lingkar pinggang. Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa lebar pinggang bisa mempresentasikan lemak viseral atau lemak  yang ada di perut. Lemak ini adalah lemak yang menumpuk di perut sehingga menyebabkan pinggang kita menjadi lebih lebar.
Dalam pengukuran wanita dan pria akan berbeda. Jika hasil pengukuran pinggang wanita melebihi 80 maka dia tergolong obesitas dan jika hasil pengukuran pinggang pada pria melebihi angka 90 maka dia tergolong obesitas.

namun seperti yang di atas bahwa tidak selamanya orang yang memiliki badan lebih besar merupakan derita obesitas, namun paling tidak dengan metode ini kita bisa tahu bahwa ke lingkar pinggang yang lebar bisa menjadi tanda bahwa kita mengalami obesitas.

b. Body Composition Analyzer

Body composition analyzer merupakan sebuah alat yang menyerupai timbangan dan dapat menyajikan informasi mengetahui komposisi tubuh dan lemak, alat ini akan menunjukkan data yang yang valid sehingga kita bisa mengetahui apakah kita menderita obesitas atau tidak.

c. Menghitung BMI atau IMT

Menghitung BMT dan IMT merupakan metode yang bisa dilakukan secara mandiri untuk menghitung massa tubuh dan mengetahui apakah kita menderita obesitas atau tidak, jika kita tidak memiliki alat seperti Body Composition Analyzer.

Tapi sobat sehat, banyak orang yang tidak tau perbedaan dari BMI dan IMT loh... Lalu sebenarnya apa sih perbedaan dari 2 istilah tersebut?

Sebenarnya ke 2 istilah tersebut memiliki maksud yang sama, namun yang membedakan adalah BMI merupakan singkatan dari bahasa Inggris yang memiliki kepanjangan  "BODY MASS INDEX" dan memiliki terjemahan dalam bahasa Indonesia "INDEKS MASA TUBUH" yang disingkat menjadi IMT, jadi sudah jelas sobat bahwa ke 2 istilah itu memiliki maksud yang sama.

Untuk bisa menghitung BMI atau IMT bisa menggunakan rumus yang tidak terlalu susah, seperti  berikut :

Walaupun obesitas tidak memiliki tanda-tanda yang pasti namun jika sobat sehat sering merasakan gejala di bawah ini bisa saja sobat sehat sedang menderita obesitas :

- Masalah kulit, biasanya penderita obesitas akan mengalami masalah kulit seperti stretch mark atau bekas seperti luka, hal ini dikarenakan kenaikan berat badan yang cepat dan membuat kulit menjadi bermasalah.
-  Mengorok, hal ini disebabkan lemak yang menumpuk di saluran pernapasan.
- Sakit punggung, saat mengalami obesitas kita akan kekurangan cairan pada cakram tulang belakang dan selip pada punggung bawah.
- Mulas yang diakibatkan kelebihan lemak dan menyebabkan tekanan pada sistem pencernaan.
- Lutut menjadi sakit, Hal ini disebabkan lutut harus menopang berat badan yang berlebih.
- Varises, hal ini di sebabkan lemahnya dinding pembuluh darah.
- Darah tinggi atau hipertensi berikut penjelasannya, klik disini..
Dan juga ada beberapa gejala yang jika terjadi menandakan bahwa kita mengalami obesitas yang membahayakan bahkan mematikan, seperti berikut ini :

- Berat badan naik secara drastis tanpa sebab yang jelas, hal ini dikarenakan penumpukan zat-zat yang ada ditubuh.
- Sulit bernafas atau sesak nafas yang bisa diakibatkan dari menggumpalnya lemak di sekitar leher dan dada.
- Pergerakan terbatas, disebabkan badan yang besar dan menyulitkan untuk bergerak.
-  Menstruasi tidak teratur, lemak yang menumpuk juga bisa mengganggu keseimbangan hormon di tubuh wanita dan memperlambat masa menstruasi.
- Gangguan jantung dan diabetes.

3. BAHAYA OBESITAS

Sobat sehat, obesitas tidak hanya mengganggu penampilan saja loh, obesitas juga memiliki bahaya jika kita tidak segera mengatasinya, berikut diantara bahaya obesitas :

a. Meningkatkan resiko terkena penyakit kronis

Jika seseorang menderita obesitas atau berat badan berlebih maka dia beresiko 2 kali lipat untuk terkena penyakit jantung, stroke, hipertensi (darah tinggi) dan diabetes militus atau kencing manis.

Selain itu, seorang yang menderita obesitas juga meningkat resikonya untuk terkena batu empedu menjadi 3 kali lipat.

b. Menurunkan tingkat kesuburan reproduksi

Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa wanita yang memiliki BMI atau IMT diatas 30 membutuhkan lebih banyak waktu untuk hamil dari pada wanita yang memiliki IMT dan BMI antara 20-25.

Pada pria obesitas menyebabkan turunnya inhibin B dan membuat turunnya produksi sperma.

c.Gangguan di peredaran darah

Menumpuknya lemak dalam tubuh tidak hanya menyebabkan gumpalan yang menutupi otot dan menyebabkan badan menjadi lebar, lemak dalam jumlah yang banyak dalam tubuh juga bisa menyebabkan sumbatan di pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung.

d. Menyebabkan kanker

Pada wanita obesitas menyebabkan kanker leher rahim, kanker esofagus, kanker empedu, kanker payudara dan lai-lain. Sedangkan pada pria, obesitas bisa menyebabkan kanker usus besar, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker kelenjar prostat dan lain-lain.

e. Tidak percaya diri

Berat badan berlebih akan mengakibatkan badan menjadi semakin besar, hal ini membuat badan menjadi tidak menarik, sehingga akan membuat penderita obesitas menjadi insecure atau kurang percaya diri.


4. PENCEGAHAN OBESITAS

Obesitas bukanlah suatu keadaan yang tidak bisa dihindari, dengan mengetahui cara-cara pencegahan obesitas maka sangat mungkin kita terhinadr dari obesitas, berikut kami paparkan beberapa cara mencegah obesitas untuk sobat sehat....

a. Makan junk food dan makanan olahan

Loh bukannya diatas bilang kalau junk food termasuk penyebab obesitas??? Kok malah boleh makan junk food si???

Sobat sehat, junk food dan makanan olahan memang merupakan salah satu penyebab obesitas, didalam junk food dan makanan yang melewati berbagai olahan biasanya sudah ditambahi gula, lemak, atau bahan-bahan lain yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Namun perlu diakui bahwa kita tidak bisa meninggalkan kebiasaan jajan kita, yang menjadi masalah adalah ketika kita menjadikan junk food dan makanan olahan sebagai makanan yang sering kita konsumsi atau menjadi makanan pokok kita. Jika hal ini terjadi maka tidak bisa dipungkiri bahwa kita akan beresiko terkena obesitas.

Namun jika kita hanya sesekali makan junk food atau makanan olahan lainnya dan kita memiliki pola makan dan pola hidup harian yang sehat maka zat-zat tidak sehat yang terkandung dalam junk food akan kalah dengan zat baik yang ada di dalam tubuh. So,jangan lupa untuk selalu makan makanan sehat ya sobat....

b. Jangan lupa nyemil

Loh-loh, kan kita pengen ngurangin berat badan nih? Kok disuruh nyemil???

Nyemil yang dimaksud disini bukan sembarang nyemil loh sobat sehat, jika kita nyemil makanan yang tidak bergizi maka sama saja kita menabung kalori dalam tubuh kita, berbeda ketika kita nyemil makanan sehat dan kaya akan serat, seperti buah dan sayuran, maka tubuh kita tidak hanya terhindar dari kelebihan berat badan, akan tetapi tubuh juga akan semakin sehat dan kuat.

c. Perbanyak konsumsi protein

Jika kita mengkonsumsi protein, kita bisa lebih merasa kenyang. metabolisme dalam tubuh juga akan  meningkat antara 80-100 kalori.

Ada juga loh diet dengan metode protein tinggi, namun yang disarankan untuk diet ini adalah, mengkonsumsi protein 0,8 sampai 1 gram protein per pon berat tubuh kita. Contohnya jika kita memiliki berat 154 pon atau 70 kilo, maka konsumsi protein yang baik perharinya adalah 130-154 gram protein.

d. Kurangi asupan gula dan minuman yang mengandung kalori

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa gula merupakan salah satu bahan yang memiliki peran besar dalam meningkatkan resiko obesitas, maka mengurangi konsumsi gula adalah hal yang baik dilakukan untuk menghindari obesitas.

Selain itu kita juga harus menghindari kalori cair loh, kalori cair itu ada dimana sih?? Kalori cair biasanya terdapat di minuman-minuman kemasan seperti minuman soda, jus dalam kemasan, minuman energi dan lain-lain.

e. Tidur

Loh bukannya untuk mengurangi berat badan kita perlu banyak gerak?? Nah jadi ketika kita tidur, tubuh kita sebenarnya juga membakar kalori loh sobat sehat, menurut penelitian orang yang memiliki berat badan sekitar 72 kilo maka akan membakar 69 kalori tiap jam nya.

Jumlah pembakaran yang terjadi saat tidur memang tergantung berat badan kita, namun tetap saja bisa membantu proses mengurangi berat badan, selain itu jika kita tidak tidur dengan cukup maka massa otot kita akan berkurang dan membuat susah pembakaran kalori dalam tubuh.

f. Olahraga kardio

Kardio adalah olahraga yang dilakukan untuk meningkatkan detak jantung, selain memperkuat jantung kardio juga bermanfaat untuk membakar kalori.

Olahraga kardio memiliki berbagai macam bentuk, diantaranya adalah jogging, lompat tali, zumba.

g. Membatasi konsumsi Karbohidrat

Selain menyebabkan kenaikan berat badan mengkonsumsi karbohidrat secara berlebih juga akan menyebabkan diabetes dan penyakit lain.

Menurut penelitian penurunan berat badan dengan diet karbohidrat lebih banyak dari pada dengan diet lemak.

h. Konsumsi probiotik

Probiotik adalah salah satu bakteri baik yang ada dalam usus manusia, probiotik memiliki peran untuk memecah dan memudahkan pencernaan.

Probiotik juga bisa ditemui di beberapa makanan, terutama makanan yang melalui proses fermentasi seperti yogurt, tempe, kimchi, keju fermentasi. Namun saat ini sudah ada suplemen probiotik khusus, tapi jangan lupa untuk konsultasi ke dokter dulu ya...

i. Makan secara perlahan

Terdapat penelitian yang menyatakan bahwa otak membutuhkan waktu untuk menyadari bahwa tubuh sudah tidak lapar. Makan dengan perlahan dan mengunyah makanan lebih lama bisa membantu otak agar sadar bahwa kita sudah tidak lapar lagi, sehingga kita makan dengan jumlah yang lebih sedikit.

Selain itu ketika kita makan dengan denganperlahan, kalori yang diserap dari makanan lebih sedikit dari pada saat kita makan dengan cepat.

j. Sikat gigi setelah makan, tapi....

Sikat gigi setelah makan bisamenjadi salah satu cara untuk menghindari obesitas, biasanya orang akan malas untuk ngemil atau makan lagi karena malas menggosok gigi lagi.


Tapi, menggosok gigi langsung setelah makan adalah hal yang tidak dianjurkan oleh dokter, pasalnya setelah makan terdapat asam yang tersisa dan bisa merusak gigi dan jika kita menggosok gigi langsung bisa mempercepat kerusakan gigi tersebut. Sikat gigi yang baik adalah setelah 30 menit kita makan.

k. Memantau berat badan secara teratur

Dengan memantau berat badan secara teratur, kita akan mengetahui apakah berat badan kita ideal atau tidak, dan jika berat badan sudah melebihi batas kita akan malas dan menjaga diri untuk makan berlebihan.


5. PENGOBATAN OBESITAS

Pencegahan obesitas merupakan hal yang sangat baik dilakukan, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa orang sudah terlanjur menderita obesitas. Untuk itu perlu ada penanganan yang lebih lanjut agar obesitas berkurang dan tidak menjadi sumber penyakit. Berikut hal yang bisa dilakukan oleh orang yang menderita obesitas :

a. Perubahan pola hidup dan pola makan

Salah satu penyebab dari obesitas adalah pola hidup yang tidak sehat seperti jarang olahraga, sering bermalas malasan dll, ditambah lagi jika memiliki pola makan yang juga tidak sehat dan tidak memperhatikan apa yang masuk ke dalam perut, maka lambat laun obesitas akan menghampiri.

Nah bagi penderita bisa di coba untuk mengatur kembali pola hidup dan pola makan agar bisa menurunkan berat badan dan menghilangkan obesitas dari tubuh, lebih baik lagi jika perubahan tersebut melalui konsultasi dengan ahli gizi, agar progress nya bisa terpantau dan juga nutrisi yang dimakan sesuai dengan kebutuhan.

b. Obat penurun berat badan

Untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat juga bisa menggunakan obat penurun berat badan yang sudah tersebar luas, tapi untuk penggunaan obat ini sebainya sesuai dengan dosis yang di anjurkan oleh dokter, karena biasanya obat penurun berat badan ini memilki efek samping seperti sering buang air besar.

c. Herbal penurun berat badan

Selain obat kimia juga terdapat ramuan herbal yang bisa membantu menurunkan berat badan seperti berry, cuka apel, dan lain-lain.

d. Operasi

Operasi yang dilakukan untuk mengurangi obesitas biasanya dilakukan oleh orang yang IMT atau BMI nya melebihi 40 atau 35 keatas dan memiliki gangguan kesehatan yang disebabkan oleh obesitas, sebelum operasi penderita akan melakukan konseling dan memastikan bahwa dia siap untuk dioperasi dan mau untuk merubah gaya hidup setelah operasi.

Operasi ini dinamakan dengan operasi bariatrik, dimana operasi ini bekerja untuk mengatur berapa banyak makanan yang bisa dikonsumsi atau membatasi tubuh dalam penyerapan kalori dari makanan, namun 2 metode tersebut bisa dijadikan satu dalam satu operasi. untuk lebih lengkapnya bisa di baca dari artikel ini.

Setelah penjelasan yang panjang mengenai obesitas ini akhirnya bisa kita tau bahwa pola hidup yang baik merupakan kunci dari hidup yang sehat, tidak perlu menunggu memiliki penyakit untuk merubah pola hidup kita, karena sebagaimana kata pepatah : "Mencegah lebih baik daripada mengobati."

STAY HEALTHY SOBAT SEHAT :)

No comments for "5 HAL TENTANG OBESITAS YANG HARUS ANDA TAHU SEKARANG JUGA"

Berlangganan via Email