Melayani Pemesanan Produk PT. NATURAL NUSANTARA dan juga Melayani Pendaftaran Reseller/Member/Distributor Baru. Call/SMS: 0822.4166.0348 (Tersedia WhatsApp)

DIABETES : PENYEBAB, GEJALA, JENIS, PENCEGAHAN, DAN OBATNYA

DIABETES : PENYEBAB, GEJALA, JENIS, PENCEGAHAN, DAN OBATNYA - Diabetes merupakan salah satu penyakit yang berlangsung lama atau di sebut dengan istilah kronis yang ditandai dengan kandungan gula (glukosa) darah di dalam tubuh yang tinggi atau di atas batas nilai normal. Glukosa atau kadar gula yang mengumpul di dalam darah merupakan akibat  dari tubuh yang tidak bisa menyerap glukosa dengan baik. Jika diabetes tidak kita dikontrol dengan baik, maka dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi kehidupan penderita.

Glukosa adalah sumber tenaga utama untuk sel tubuh manusia. Kandungan gula dalam darah akan dikendalikan oleh hormon insulin yang di buat didalam pancreas. Pankreas adalah organ yang terdapat di belakang lambung. Bagi orang yang menderita diabetes, pankreas tidak cukup bisa atau mampu membuat insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan tanpa insulin, sel-sel di dalam tubuh tidak bisa menyerap dan merubah glukosa menjadi energi.

-          Gejala –Gejala Diabetes

Banyak orang tidak menyadari gejala dari diabetes karena memang gejala-gejala diabetes sangat mirip dengan penyakit-penyakit biasa bahkan kadang gejala diabetes yang dialamisudah mengarah pada komplikasi. Agar bisa memastikan bahwa seseorang mengidap diabetes atau tidak sangat diperlukan diagnosis dokter melalui cek darah.
Untuk masyarakat awam, sekurang-kurangnya harus mengenal beberapa gejala yang biasanya menjadi gejala penyakit gula darah ini seperti berikut ini:


1. Penurunan Berat Badan secara Berangsur-Angsur

Berat badan yang turun merupakan hal yang biasa, akan tetapi jika penurunan ini terjadi secara terus menerus maka kita perlu segera waspada. Seseorang yang di diagnosis mengidap diabetes biasanya mengalami penurunan berat badan yang drastis dan terus menerus. Ini bisa saja merupakan gejala awal diabetes yang diakibatkan glukosa tidak bisa ditangani secara optimal oleh tubuh.

2.Nafsu Makan Meningkat Akibat Sel Butuh Asupan Energi Lebih

Peningkatan nafsu makan yang dialami seseorang bisa saja adalah pertanda awal dari datangnya penyakit diabetes. Hal ini terjadi dikarenakan sel membutuhkan asupan glukosa yang lebih banyak, dan sumbernya adalah dari makanan. Akan tetapi, tubuh tidak sedang dalam kondisi optimal dan dapat bermetabolisme dengan baik, hal inilah yang membuat rasa lapar berkelanjutan.

3. Keinginan untuk Buang Air Kecil Meningkat (Biasanya Malam Hari)

Gejala diabetes ini meupakan yang paling diketahui oleh masyarakat. Kencing  yang terus menerusmerupakan gejala awal dari diabetes. Jika  gejala ini terjadi, sebaiknya agar segera memeriksakan diri, supaya dapat mendapatkan penanganan segera dan cepat.

4. Merasa Kesemutan atau Mati Rasa Akibat Syaraf Mulai Rusak

Gejala ini terjadi jika kadar glukosa dalam darah sudah cukup tinggi. Kesemutan dan mati rasa di bagian tubuh seperti kaki, jari-jemari, dan tangan merupakan tanda agar kita waspada, karena kemungkinan penyakit diabetes sudah menampakkan gejala stadium lanjut. Ini terjadi diakibatkan kerusakan pada serabut saraf.

5. Ketajaman Penglihatan Menurun

Kadar gula yang semakin meningkat membuat cairan pembuluh darah terhalangi untuk masuk ke mata. Hal ini bahkan bisa membuat lensa mata berubah bentuk. Akan tetapi ciri yang demikian bisa hilang bila gula darah semakin berkurang dan normal.

6. Mudah terjadi Luka dan Susah Kering atau Sembuh

Para penderita diabetes yang di sebabkan kadar gula yang berlebih membuat kekebalan tubuh dan sistem imun menjadi tidak stabil. Jika  seorang penderita diabetes mempunyai luka terbuka, maka akan sangat susah proses penyembuhannya.

7. Terjadi Infeksi Jamur Utamanya di Mulut

Untuk wanita yang menderita diabetes umumnya juga disertai dengan penyakit infeksi jamur. Jamur ini muncul di beberapa bagian mulut, yang biasanya berbentuk sariawan, dan juga infeksi di vagina, yang disebabkan oleh jamur candida.

-          Jenis-jenis diabetes

1. Diabetes Kluster 1

Disebut juga sebagai ‘severe autoimmune diabetes’. Diabetes ini mirip seperti diabetes tipe 1. Orang yang menderita diabetes ini biasanya mulai terkena penyakit diabetes pada usia muda dan mereka  tidak memiliki berat badan yang berlebih.
Yang menyebabkan diabetes tipe ini terjadi adalah penyakit yang membuat sistem imun penderita tidak mampu menghasilkan insulin bagi tubuh.

2. Diabetes Kluster 2

Sering disebut juga sebagai ‘severe insulin-deficient diabetes’, diabetes tipe ini terjadi mirip seperti diabetes tipe kluster 1. Akan tetapi yang membedakan keduanya adalah,  penderita diabetes kluster 2 tidak mempunyai penyakit yang menyebabkan insulin mereka tidak bisa memporduksi insulin.
Peneliti belum mengetahui pasti kenapa diabetes seperti ini bisa terjadi, akan tetapi para ilmuwan memperkirakan penderita diabetes ini memiliki kekurangan sel yang dapat membuat insulin.

3. Diabetes Kluster 3

Tipe ini juga disebut ‘severe insulin-resistant diabetes,’ diabetes ini menyerang orang yang kelebihan berat badan dan memiliki resistensi tinggi terhadap insulin. Hal ini berarti tubuhnya bisa memproduksi insulin, tetapi sel tubuhnya tidak bisa merespons insulin.

4. Diabetes Kluster 4

Sering juga disebut ‘mild obesity-related diabetes’, diabetes tipe ini biasanya di derita oleh orang-orang yang memiliki berat badan yang berlebih, namun masalah penyakit yang dialami tidak seberat penderita diabetes kluster 3.

5. Diabetes Kluster 5

(mild age-related diabetes) Diabetes ini serupa dengan diabetes kluster 4, akan tetapi penderitanya biasanya adalah lansia. Ketika diteliti mengenai diabetes, diabetes jenis ini adalah yang paling banyak diderita karena dialami oleh 40 persen peserta studi.

Dilansir dari website hellosehat bahwa ada 2 tipe diabetes, yaitu :

1. Diabetes tipe 1 adalah tipe diabetes yang terjadi ketika tubuh kekurangan atau sama sekali tidak terdapat hormon insulin, dikarenakan tubuh tidak bisa menghasilkan nya.
Biasanya orang yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes ini beresiko besar terkena diabetes tipe 1. orang dengan jenis diabetes ini biasanya akan memiliki gejala-gejala seperti cepat haus dan lelah, sering buang air kecil dan berat badan menurun drastis.


2. Jenis diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang lebih umum terjadi di dunia daripada diabetes tipe 1, menurut penelitian diperkirakan sekitar 95% kasus diabetes adalah diabetes tipe 2. Diabetes ini bisa menyerang segala usia karena diabetes ini disebabkan oleh faktor gaya hidup. Gejala yang ditimbulkan sama dengan diabetes tipe 1, yaitu mudah lelah dan lapar sering haus dan buang air kecil serta berat badan menurun drastis.


-        Faktor Risiko Diabetes

Seseorang biasanya akan mudah terkena diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor risiko seperti berikut ini :

  • Terdapat anggota keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.
  • Mengalami infeksi virus.
  • Diduga orang berkulit putih lebih mudah untuk mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain.
  • Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa (ekuator).
Biasanya diabetes tipe 1 banyak dialami oleh seseorang pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 sebenaranya bisa muncul pada usia berapapun.
Sedangkan untuk diabetes tipe 2, seseorang biasanya akan gampang mengalami kondisi ini jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:

  • Memiliki berat badan berlebih
  • Terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat diabetes tipe 2.
  • Tidak aktif beraktifitas sehingga berat badan tidak terkontrol.
  • Usia. Risiko terjadinya diabetes tipe 2 semakin besar dengan bertambahnya umur.
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoportein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih memiliki resiko untuk menderita diabetes tipe 2.
  • Khusus bagi wanita, ibu hamil yang sedang menderita diabetes gestasional akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 2juga, wanita yang pernah memiliki riwayat penyakit polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 2.

Tes gula darah adalah pemeriksaan yang wajib dan mutlak dilakukan untuk mendiagnosis jenis diabetes yang diderita. Hasil dari pemeriksaan  gula darah akan mempresentasikan apakah seseorang menderita penyakit diabetes atau tidak. Dokter akan memberikan rekomendasi kepada  pasien agar  menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode yang diperlukan. Metode tes gula darah yang bisa dijalani oleh pasien, antara lain:

1. Tes gula darah sewaktu. Tes ini memiliki tujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pasien pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak mewajibkan pasien agar berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes ini menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat dikatakan  menderita diabetes.

2. Tes gula darah puasa.  Tes ini memiliki tujuan untuk mengukur kadar glukosa darah ketika pasien berpuasa. Pasien akan disuruh untuk  berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, setelah itu pasien akan diambil sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darahnya. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Jika hasil tes gula darah puasa di antara angka 100-125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. Sedangkan jika  hasil tes gula darah puasa diangka 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.

3. Tes toleransi glukosa. Yang dilakukan di test ini adalah dengan meminta pasien agar berpuasa selama semalam terlebih sebelum melakukan test. Setelah itu pasien akan melakukan pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes tersebut dilakukan, pasien akan langsung diminta untuk meminum cairan gula khusus. Setelah itu sampel gula darah akan diambil kembali setelah 2 jam pasien meminum larutan gula. Jadi hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL menunjukkan bahwa kadar gula darah dalam keadaaan normal. Akan tetapi jika hasil tes tes toleransi glukosa mencapai kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. Dan hasil tes toleransi glukosa yang mencapai kadar gula 200 mg / dL atau lebih mengindikasikan bahwa pasien menderita diabetes.

4. BTes HbA1C (glycated haemoglobin test). Tes ini memiliki tujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang. Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar gula darah yang terikat dalam hemoglobin, atau protein yang berfungsi membawa oksigen dalam darah. Di dalam test ini, pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. Jika hasil tes di bawah 5,7 % merupakan kondisi normal. Akan tetapi jika hasil tes di antara 5,7-6,4% menunjukkan pasien mengalami kondisi prediabetes. Dan hasil tes di atas 6,5% menunjukkan pasien menderita diabetes.
Hasil dari tes gula darah tersebut akan diperiksa oleh dokter dan di sampaikan kepada pasien. Jika pasien menderita diabetes, dokter akan memberikan rencana pengobatan yang akan dijalani. Dan khusus bagi pasien yang dicurigai menderita diabetes tipe 1, dokter akan memberikan rekomendasi tes autoantibodi untuk memastikan apakah pasien memiliki antibodi yang merusak jaringan tubuh, termasuk pankreas.

-         Pencegahan Diabetes

Untuk diabetes tipe 1 belum diketahui cara untuk mencegah nya, karena pemicunya sendiri belum diketahui. Sedangkan, untuk diabetes tipe 2 dan  gestasional bisa dicegah dengan menjalankan pola hidup yang sehat. Berikut hal yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes, antara lain adalah:

1. Mengatur menu makan menjadi lebih sehat dan sesuai kebutuhan
2. Menjaga berat badan tetap ideal.
3. Rajin berolahraga.
4. Rajin memeriksakan kadar gula darah, setidaknya sekali dalam setahun.

-          Sambiloto sebagai herbal pencegah dan obat diabetes


Penelitian Sambiloto yang dilakukan pada Binatang
Banyak sekali penelitian yang dilakukan terhadap ekstrak Andrographis paniculata pada sambiloto, terutama efek antidiabetesnya. Akan tetapi masih banyak penelitian yang masih mengaplikasikannya pada tikus atau hewan percobaan lain. Biasanya tikus yang digunakan untuk penelitian dibuat menjadi menderita diabetes, dan setelah itu tikus tersebut diberikan ekstrak sambiloto untuk melihat efek yang akan terjadi. Berbagai penelitian pada tikus memperlihatkan bahwa ekstrak sambiloto bisa menurunkan kadar gula darah dan juga lemak darah seperti trigliserida dan LDL ataukolesterol “jahat”.

Efek Sambiloto pada Pasien Diabetes Tipe 2

Dalam penelitian yang dilakukan oleh dr. Tri Juli tentang efek sambiloto, beliau melakukan uji klinis kepada subjek yang merupakan orang yang sehat (gula darah normal) yang berjumlah 38 orang dan juga orang dengan kondisi prediabetes, yaitu orang yang mempunyai kadar gula darah tinggi , namun belum dinyatakan diabetes , kelompok ini berjumlah 35 orang. Kedua subyek ini diberikan ekstrak sambiloto selama 14 hari. 

Agar terlihat efektivitas ekstrak dari Sambiloto, dilakukan pemeriksaan kadar GLP-1, kadar insulin puasa, insulin 2 jam pascabeban, dan penanda resistensi insulin (HOMA-IR), glukosa darah puasa, glukosa darah 2 jam pascabeban, enzim DPP-4, dan glycated albumin sebelum dan sesudah pengobatan.yang ternyata beberapa parameter membaik, salah satunya peningkatan kadar GLP-1 yang bermakna setelah mengkonsumsi ekstrak sambiloto selama 2 minggu pada orang dengan prediabetes. 
Jadi bisa disimpulkan bahwa ekstrak sambiloto bisa berefek dalam metabolisme glukosa melalui jalur GLP-1 dan jalur resistensi insulin. GLP-1 adalah salah satu jenis hormon inkretin yang diproduksi di usus. GLP-1 atau Glukagon-like peptide-1 memiliki aksi merangsang pelepasan insulin, memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi asupan makanan. Semakin tinggi kadar GLP-1, semakin bagus untuk penderita diabetes.

Produk NASA Untuk Menangani Diabetes dan Mengandung Ekstrak Sambiloto

Pt. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang memiliki komitmen untuk memasarkan produk herbal dan alami yang bermanfaat bagi  masyarakat Indonesia maupun luar negeri juga memiliki sebuah produk yang sangat bermanfaat untuk menangani diabetes, produk ini bernama java bet. Java bet ini memiliki teknologi nano yang bisa membantu dan meregenasi sel yang ada di liver dengan cepat dan alami.
Untuk mendapatkan produk Java bet bisa langsung KLIK DISINI.

DIABETES : PENYEBAB, GEJALA, JENIS, PENCEGAHAN, DAN OBATNYA Rating: 4.5 Diposkan oleh: Chocolatosbrother

0 komentar:

Post a Comment

Rekening bank transfer yang tersedia dari kami yaitu BRI.
bank bri
Jasa pengiriman utama kami menggunakan POS.
bbm Untuk informasi dan pemesanan, silakan hubungi kami ke 0822.4166.0348 (WhatsApp/Telp/SMS)
→ Lihat Bukti Pengiriman